KegiatanPUSPAGA

Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual Terhadap Anak

DP3APM- Melalui PUSPAGA GELIGE melaksanakan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual Terhadap Anak di beberapa Sekolah dan di Lingkungan Masyarakat antara nya Di SLB Mutiara Kota Piring, Gedung Serba Guna Tuah Badin Kelurahan Tanjungpinang Barat Kecamatan Tanjungpinang Barat, Musholla Al Djabar Kelurahan Melayu Kota Piring, Surau Al Mujahidin Kelurahan Melayu Kota Piring, Yayasan Pesantren Faizun Barrul Ikram, Gedung Serba Guna Tpq Nurul Iman Kelurahan Bukit Cermin, SDN 009 Tanjungpinang Timur, SDN 009 Bukit Bestari, SDN 012 Tanjungpinang Kota, SDN 012 Tanjungpinang Barat, SDN 005 Bukit Bestari, Sdn 003 Tanjungpinang Kota, SDN 012 Tanjungpinang Timur, SDN 014 Tanjungpinang Barat, Pesantren Al Ghazi pada bulan( Januari – Juli Tahun 2022).

Maraknya kasus kekerasan seksual pada anak dan perempuan. Kasus-kasus kekerasan seksual pada anak dan perempuan mengakibatkan terganggunya ketenangan dan kedamaian masyarakat yang berujung pada ketimpangan dan disharmoni sosial. Akibat yang ditimbulkan tidak hanya menimpa korbannya, tetapi juga mengakibatkan ketakutan pada masyarakat. Para orang tua merasa ketakutan meninggalkan anak-anak mereka tanpa pengawasan, bahkan di lingkungan sekolah.

Fakta mengenai banyaknya kasus pelecehan seksual yang menimpa anak dan perempuan mengindikasikan bahwa mereka cenderung kurang mendapatkan perhatian, perlindungan, serta sering kali terabaikan keberadaannya. Realitas bahwa faktor usia serta faktor kematangan psikologis dan mental membuatnya kerap kali terpinggirkan dalam proses pengambilan kebijakan. Kedudukan anak yang kurang menguntungkan ini menjadikan mereka dikualifikasikan sebagai kelompok rentan atau rawan. Hal ini sungguh ironis. pemahaman, kesadaran, dan itikad bahwa anak merupakan tunas, potensi dan generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa, memiliki peran strategis, ciri dan sifat khusus sehingga wajib dilindungi dari segala bentuk perlakuan tidak manusiawi.

Pengenalan bagian-bagian tubuh sejak usia dini Edukasi seperti ini perlu terus digaungkan untuk melindungi anak-anak. Terutama dari kekerasan seksual yang bisa dimulai dari mengenalkan mereka Anggota Tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh. Sebagian orang tua masih mengaggap edukasi soal bagian tubuh itu tabu dan tidak pantas untuk diajarkan kepada anak-anak, untuk menarik perhatian anak-anak Edukasi bisa dikemas dalam bentuk lagu dan memberikan pengertian sesuai dengan rentang usia anak.Terutama orangtua untuk memberikan kasih sayang sesuai porsi yang anak-anak butuhkan dan menjamin kesehatan mental anak dengan diberikan pendidikan seks usia dini ini, yang kita harapkan anak-anak bisa memproteksi dirinya sendiri dari kejahatan seksual.


#Anak Terlindungi Indonesia Maju